1

Pesan ayah ibu..

ketika itu
aku belum mengerti arti lelah
yang aku tau, aku harus menjadi lebih baik

aku masih ingin bercerita tentang masa lalu ku
masa dimana tubuh seperti tak bertuan
wajah tak memiliki malu
telinga tak lagi mendengar
dan tak perduli orang sekitar

apa kehidupan yang kelam?
terjerumus?
bukan!!!
ini tentang perjuangan

malam ini aku melihat sebuah kisah
kisang yang mengingatkan ku tentang masa kecil ku
masa yang keras penuh perjuangan

terbayang saat aku mengembala ditengah terik matahari
dipadang rumput yang luas tanpa batas
tak terlihat garis pembatas dar ujung hingga ujung
hanya ada aku, sapi dan rumput

saat itu aku masih kecil..
dengan usia 8 tahun..aku berani berjuang di padang rumput sendiri
aku punya teman
dan teman ku adalah sapi

ketika matahari berada tepat diatas kepala
aku sengaja tidur diatas tanah tanpa alas
menghadap langit dan matahari sambil menyeringai silau akan sinar nya
aku selalu menimati pemandangan ini
dan aku suka langit biru yang kadang kabutnya menggumpal seperti boneka
aku berkata dalam hati

Allah, kapan aku bisa terbang ke langit itu?
apa tidak ada tempat yang indah kecuali dipadang rumput ini..
allah..apa didunia ini hanya ada aku dan sapi?
mengapa aku tidak pernah melihat keramaian di sepanjang hidup ku

teringat saat itu ibu bercerita
saat beliau membawaku ke kebun
dan meletakkan ku diatas alang-alang kering yang bertumpuk
ibu mengira itu memang rezeki bayinya agar bisa tertidur nyenyak
kau tau itu apa?
rumput kering itu adalah rumah babi...
ibu menitikkan air mata melihat aku tertidur nyenyak diatas rumput itu

teringat masa SD ku..
saat itu aku murid baru
aku senang kata ibu guru akan diadakan foto bersama
aku bercerita pada ibu ku
"ibu aku akan foto untuk raport ku akhir tahun ini".
beliau menjawab"rupa seperti itu mau di foto?
aku terdiam dan bergumam
"allah apakah aku tidak layak seperti anak-anak lainnya?

aku masih ingat perkataan ayah ku
saat itu aku didepan cermin kecil sambil memandangi rambut ku yang bondol
ayah berkata"owalah nduk-nduk..koe ko dadi anak elek dewe"..
"ayah apa aku sejelek itu?
ayah hanya tersenyum dan memberantakin rambut ku lalu pergi..
kembali aku memandangi rambut ku didepan cermin
sambil memegang hidung aku bergumam "allah aku berharap kelak aku dewasa aku menjadi wanita yang cantik"

apa makna liburan bagi kamu?
bersenang-senang
itu berlaku untuk kalian
bukan untuk aku dimasa itu
liburan adalah waktu yang pas untuk bekerja
anak usia 9 tahun bekerja dikebun bersama ayah dan kakak
mengambil buah sawit yang dipanen
dan membawanya
berat?
pasti...
capek, lelah, letih..tidak ada dikamus perjuangan ku..

aku rindu ayah ibu..
sekarang mereka bekerja untuk menghidupi ku disini
disini dikota yang penuh fasilitas ini
aku tau mereka sakit ketika di abaikan
tapi hidup adalah perjuangan
dan perjuangan adalah pilihan

aku masih mengingat saat itu
aku ditinggal ibu
hanya ada aku dan ayah..
kami menjual timun dan pare hasil bertani kami
hanya sedikit yang terjual
hanya cukup untuk membeli satu kaleng susu
ayah memberikan susu itu kepada ku
kemudian Ia merebus timun yang tersisa
saat petang kami berdua memakan rebusan timun itu
dan ayah menitikkan air mata sembari memberikan segelas susu kepada ku
dan Ia berkata "nak kamu jangan mau hidup susah berjuanglah untuk kebahagiaan mu"

saat itu aku lulus SD
aku berharap bisa berlibur perpisahan bersama teman-teman dan guru lainnya
namun kata ibu"nak apa kamu benar-benar menginginkan liburan itu?
aku mengangguk
ibu berlalu meninggalkan ku dalam sedihh
satu hari ibu tidak pulang..
terlihat dari dalam rumah ibu datang sambil membawa bungkusan plastik
aku bahagia melihat ibu pulang
ibu berkata"nak ini uang untuk perpisahan dan ini bekal mu.
aku menggelengkan kepala
aku tau ibu menjual kalungnya nya untuk mendapatkan uang
aku menolak pemberian ibu
"bu' aku kehilangan ibu sehari ajha udah takut..apa lagi harus pergi meninggalkan ibu dalam kesusahan..
aku menyuruh ibu menebus kalungnya lagi
ibu tidak mau, ibu membelikan ku selimut tebal dari uang itu..

saat itu aku menangis
ketika ayah menjual sapi kesayanganku
sapi itu untuk biaya kuliah kakak
ibu berkata"harta bukan segalanya, harta bisa dicari keikhlasan akan lebih baik untuk hal yang jauh lebih baik lagi.

banyak kenangan pahit yang bagi ku terasa manis yang bisa kukenang
ini cerita indahh
hidup adalah perjuangan dan pilihan
ada pilihan yang harus diperjuangkan dalam hidup

dihari wisuda ku..
aku senang..ayah ibu datang..
saat melihat aku keluar gedung..
ayah ibu memeluk ku dan berkata "nak perjuangan mu masih panjang".
lanjutkan pilihan dalam hidup mu dengan perjuangan yang gigih

aku selalu mengingat hal-hal seperti itu
aku merasa ayah ibu adalah inspirasi hidup yang cukup kuat
aku merindukan mereka..



Share/Save/Bookmark

Related Post

1 komentar:

Anonymous said...

Valuable info. Lucky me I found your site by accident, I bookmarked it.

 
Copyright © Giyuni

For "Report" Error to:vip.yuni

Just To Share,Please Give Feedback to:Contact