0

When I find it hard to talk, I'll write

02 December 2010



“tidak bisa mengungkapkan sesuatu, itu adalah hal yang paling menyedihkan”

Kata itu mungkin sedikit mendukung tentang apa yang aku alami belakangan ini. Ada banyak masalah sepele. Dimulai dari keinginan memiliki materi dengan hasil jerih payah sendiri, sampai ke masalah pekerjaan.
Disini yang menjadi masalah terbesarku adalah masalah pekerjaan. Beberapa hari terakhir aku mencoba mempelajari apa sebenarnya pokok permasalahan yang sedang aku alami agar aku bisa mencari jawabananya.
“ketahui masalahmu dan kamu akan mendapatkan jawabanya”

“ketahui kekurangan mu agar kamu bisa melihat kelebihanmu”

Aku melihat aku adalah orang yang tidak menyukai keadaaan yang monoton. Dan itu terjadi padaku selama bekerja disini. Mungkin kesalahan ku saat interview.
“kamu memilih posisi apa dari yang saya tawarkan tadi?”
kata hrd saat mewawancarai saya
“saya minta yang tidak terlalu ruet pak”
itulah jawaban ku
Sampai akhirnya aku bekerja sebagai customer Managemen yang bekerja sebagai jembatan antara klien dan perusahaan. Saat pertama bekerja aku sangat antusias dan excited. Senang bertemu orang – orang baru saat visit klien, senang saat pekerjaan terselesaikan, senang saat bekerja sama, senang saat meeting, senang saat berdiskusi dengan leader dan senang saat bekerja sebagai CM.

Tapi itu beberapa bulan yang lalu, dan aku tau kekurangan ku yaitu tidak menyukai rutinitas yang monoton. Aku merasa tidak memiliki kemajuan dalam bekerja, tidak mengerti apa itu CMS, apa itu system, apa itu coding padahal niat ku bekerja di perusahaan IT adalah untuk mempelajari itu semua. Sebagai seorang yuni, aku mengalami banyak perubahan setelah menjadi CM, seperti tanggapan teman ku beberapa hari yang lalu seusai presentasi. Dia mention aku di twitter.
“Canggih Lu @giyuni, jawab pertanyaan terus. Yang lain suruh jawab donk"

Yaa memang selama presentasi aku lebih banyak bicara dibanding teman yang lain. Sampai dosen bilang.
“yang jawab pertanyaan jangan yang cewek lagi ya, kasian~~”

Karena memang aku cewek sendiri di kelompok presentasi ini. Menurut Chandra aku semakin pintar berbicara setelah menjadi CM dibandingkan dulu saat sidang D3.aku cuma bisa A I U E O.menyedihkan. Aku menyukainya , tapi aku tidak hanya perlu pandai bicara sedangkan hobby dan keinginan ku bukan itu?

Bisa saja aku dibilang manusia tidak bersyukur, diberi kelebihan pandai berbicara depan umum, tapi tohhh leader dan teman sesama CM lebih canggih bicara dibanding aku. Jadi aku tidak terlalu ahli donk!!

Apa yang aku ingin kan?? Menjadi posisi lain selain CM di perusahaan itu atau pindah ke perusahaan lain dengan alas an mengembangkan karir dan pengalaman kerja?
Inilah yang menjadi problem, aku berencana bekerja disini sampai akhir bulan Februari 2011 karena di saat itu aku sudah memasuki semester akhir tanpa kesibukan kuliah jadi aku bebas memilih waktu untuk bekerja. Apa alas an ku masih bertahan disini?
~~> Aku ingin closing satu klien saja, aku berusaha untuk itu. Tapi entahlah aku yang terlalu bodoh atau apalah sepertinya hal itu tidak akan terjadi.

~~> Aku masih membutuhkan waktu yang sangat friendly dimana aku bekerja senin – jum’at dan Kuliah sabtu minggu.

~~> Aku terobsesi untuk hidup dengan hasil kerja sendiri itulah alasan ku yang paling kuat untuk tetap bekerja karena aku harus membayar kuliah.

Bisa saja aku hanya kuliah saja, dan itu memang saran orang tua ku. Tapi aku tidak paham apakah aku benar atau salah jika tetap mempertahankan menjadi seorang wanita yang tidak bisa berdiam diri. Bercermin pada teman seangkatan saat D3 dulu. Kebanyakan mereka hanya menikmati masa – masa kuliah di jenjang Extensi atau hanya bekerja saja tanpa perduli waktu menghabis kan usia mereka untuk kuliah. Hanya beberapa teman yang seperti ku memilih bekerja dan kuliah di usia 22 tahun. Tidak aneh di luar negeri banyak orang seperti itu. Dan aku ingin menjadi orang yang beda dan tidak seperti orang pada umumnya.

Perlu pengorbanan? Sangat!! Aku berkorban waktu untuk bermain, materi (hidup miskin sepanjang tahun),berkumpul dengan keluarga, shopping seperti teman - teman lainnya yang tiap hari update foto hasil dari jalan – jalan di mall - mall dan dalam kurun waktu yang sering mereka lakukan. Foto makan di Pizza Hut, KFC, belanja – belanja, pakai Blackberry, status FB selalu membahas makan enak, baju baru dan aku hanya memandang sinis foto – foto mereka.
Seperti beberapa hari yang lalu saat aku dan Chandra ke Detos membeli kunci motor ke hyper mart. Aku bertemu teman lama saat nge-kos di MOLAR. Kami berpelukan, miss you miss you sebagai basa basi dan akhirnya teman nanya
“Yuni pin BB nya berapa?”

“ owhhh sorry ya aku gak pake BB, tapi bakal pakai MacBook”
sambil tersenyum kecut aku menjawab dia. Dan dia hanya cengar cengir kuda.

Kesenjangan social? Bukan, aku juga bisa seperti mereka kalau aku mau, tapi tidak untuk hidupku. Karena kalau aku hidup ala mereka pasti aku kan banyak mengorbankan orang tua ku. Aku akan kuliah dengan biaya orang tua, membeli gadget mengandalkan orang tua dan STOP jangan merepotkan orang tua lagi.

“Yuni minta duit berapa bulan ini? Gaji nya udah berapa? Cukup buat makan ama kosan gak”
itu yang selalu di Tanya Mae setiap akhir bulan.
Bayangkan betapa baik orang tua ku, saat anaknya sudah punya gaji bulanan tapi tetap tidak membedakan dengan anak – anaknya yang lain yang masih butuh biaya lebih.

“terserah mae, aku udah cukup ko.”

Itu lah jawaban yang selalu aku lontarkan. Dan meskipun begitu mae tetap transfer uang bulanan buat ku persis saat aku masih butuh uang jajan saat dulu kuliah. Pernah beliau meminta maaf karena memotong uang bulanan ku 200rb untuk di kasih ke adek saat dia beli motor bison.

“yuni maaf, duit nya aku potong dulu buat DP motor adek”


Yaa allah , terimakasih Kau telah menakdirkan ku terlahir dari seorang rahim seorang ibu yang sangat menyayangi ku. Aku menyesal sewaktu kecil selalu protes kenapa uang jajan ku selalu di potong untuk kebutuhan kuliah kakak tapi sekarang aku sangat bersyukur karena aku jadi terbiasa dengan hal – hal seperti itu dan menurutku beliau tidak mau melakukan itu.

Banyak hal yang membuat mental seorang anak menjadi labil saat orang tuanya berlaku tidak adil di mata anak. Apa itu benar?? Belum tentu karena pandangan sorang ibu dan anak sangat berbeda dalam menganggapi istilah keadilan.
“Mbaakk, kamu kurang duit gak?maaf duitnya buat DP motor dulu.”

Apa kalian punya keluarga seperti ini? Kalian harus iri dengan hal ini, meskipun kami tidak seperti kalian yang super wow tapi kami masih memiliki rasa kekeluargaan yang besar.

Itulah motivasi ku saat aku bekerja, aku tidak akan merepotkan mereka. Tapi mungkin karena obsesi inilah yang membuat aku memutuskan melakukan semuanya. Stress? Mungkin tidak dan Mungkin iyaa. Entahlah aku belum tau aku kenapa.

Aku sering kehilangan pandangan. Beberapa teman sering mengagetkan ku saat aku asik bermain dalam lamunan. Terlalu banyak mimpi itu lah aku, tapi itu lah motivasiku. Kuliah S2 di university of Yonsei, menjadi programmer, menjadi seorang enterpreuner, menjadi seorang ibu yang bijak, beli TV, beli MacBook Air dan semua mimpi dunia yang lainnya. Tapi itulah hidupku dan mati ku, aku hanya berlindung Kepadanya.
Apa ini dilarang? Beberapa orang bilang,
“jangan mimpi tinggi – tinggi nanti jatuhnya sakit”

Tapi seseorang bilang
“ Bermimpilah dan kamu akan hidup, bermimpilah karena kamu tidak membayar tapi kamu akan di bayar oleh mimpi”

Sulit di pahami? Jika kamu tidak punya mimpi kamu tidak akan tau kemana mengarahkan hidup mu.

Dengan mimpi itu aku memulai dengan bekerja sambil kuliah, dapat income, dapat ilmu, dapat pengalaman, dan aku menghemat umur ku untuk duduk di bangku kuliah. Harusnya aku bersyukur dengan keadaan ini, pekerjaan, kuliah, materi, pacar, keluarga Maha Besar Allah yang telah memberikan semuanya. Tapi yang namanya hidup, aku tidak pernah puas dengan hal ini.

AKU INGIN PERUBAHAN!!

Tapi yang menjadi masalah baru, WAKTU BELUM TEPAT UNTUK PERUBAHAN ITU. Keadaan yang sekarang menuntutku untuk tetap seperti ini sampai bulan Februaru 2011 ini tapi KEINGINAN menuntutku untuk melakukan perubahan.

Uang.. ya itu salah satu pemicu. Apa aku tidak produktif bekerja disini sampai aku tidak memiliki perubahan gaji? Apa karena aku selalu datang terlambat? Heyy semua orang seperti itu. Apa karena aku bukan pegawai tetap?

Posisi? Aku tidak menyukai bekerja sebagai CM, jujur aku terlalu pusing dengan pekerjaan ini. Tantangan apa? Aku tidak berfikir apapun saat melakukan pekerjaan CM. aku tidak berkembang, aku tidak melakukan sesuatu hanya berbicara – bicara, klik – klik, tes – tes. Ohh my GOD!! Aku bosan.

Aku tertekan dengan diri ku sendiri apa lagi saat aku duduk depan computer di kantor tanpa ada hal yang di kerjakan. Itu adalah penyiksaan bagi ku.

Siang ini aku izin ke HRD untuk pulang saat dzuhur, aku izin dengan alasan istirahat. Aku ingin berfikir jernih dengan emosi seperti ini. Aku takut salah mengambil tindakan, aku ingin berfikir sampai meneteskan air mata dan kemudian aku tertidur. Dan aku akan kembali normal saat bangun.

Related Post

0 komentar:

 
Copyright © Giyuni

For "Report" Error to:vip.yuni

Just To Share,Please Give Feedback to:Contact