0

When it is difficult to find a way out (Part I)

01 December 2010


Aku gak tau harus memulai dari mana, yang jelas ini adalah postingan pertama ku di Topic "Diary Daily" ku ini. Dan aku mohon maaf klo aku memulainya dengan cerita yang konyol. Sebelum memulai cerita sebaiknya aku menyediakan 260 Sheets tissue dan 2 ember kopi, karena cerita ini lumayan panjang dan menyedihkan. Kanpai ~~~

Mungkin emosi yang terjadi hari ini sedikit di pengaruhi drama yang selama 2 hari ini aku tonton. "One Litre Of Tears" yaa drama itu lah yang mampu membuat air mata ku keluar berliter - liter setiap episode nya. Fiuhh se tegar apapun hati anda pasti bakal nangis ya minimal mewek lah klo liat drama ini. Lohh ko malah cerita drama?

Tapi memang mungkin kesedihan itu menular pada kehidupan nyata ku. Jeehh!! alasan sih sebenernya .

Awal kisah sebenarnya sejak sebulan yang lalu <~ iya gak ya?lupa --,. Waktu itu iseng - iseng buka situs Apple .Emang sebenernya udah ngincer MAcbook Air. Dari awal jauh sebelum Ipad keluar aku udah ngidam ama yg nama na MacBook ini. Gak tau kenapa 2 hari terakhir ini keinginan itu memuncak sampai ke ubun - ubun karena ngeliat MacBook Air version. Pernah sih bilang ke Mae <~ panggilan buat ibu di rumah.
"Mae, aku ganti laptop boleh?"
Pasang muka manis sambil ngelus - ngelus kaki Mae.
"kenapa?itu laptop yang dari kantor mau buat apa?Lap muka?"
Sedikitpun beliau gak interest ama pertanyaan ku --,
"Yaaa, pengen ajha gitu"
Ngupill mode on, padahal tangan abis ngelus - ngelus kaki
"Berapa harganya?"
Yess kaya na ada sinyal - sinyal kebahagiaan nihh, Haik!!
"Cuma 10 jutaan ko mae"
pasang muka datar sedatar TV Flat
"owwhhh,"
Berlalu begitu saja tanpa meninggalkan sinyal - sinyal kebahagiaan lagi
"Boleehh??"
Tanya ku dengan muka seriang mungkin
"Tanya ama Bapak mu,aku gak ikut campur "
Dies!! gubrak majalengka

Itu terjadi saat aku pulang untuk lebaran 2010 kemarin. Lain halnya pas aku tanya lewat telfon. Beberapa minggu yang lalu pas aku pulang ke Depok Mae nelfon dan nanya.
"Ada yang buru - buru butuh uang gak nih?"
Dan kebetulan saat itu semua orang lagi jawab Enggak. Ehh iseng ajha aku ungkit soal MAcBook lagi.
"Mae lagi gak ribet soal duit?"
tanya ku pelan - pelan
"yaa Gak juga sih, kenapa?"
Mungkin beliau sudah curiga ama maksud pertanyaan ku
"Masih pengen Laptop yang waktu itu lho Mae"

"Owhh itu, aku mau bantu tapi cuma 30% ajha ya. Klo harus 10 Juta ya jangan sekarang"
Jawab mae datar
"Owhh gak papa ko Mae, aku juga udah gak terlalu minat beli lagi"
Jawab ku sambil pura - pura senyum
Mungkin aku membohongi perasaan diri sendiri. Tapi menjaga persaan Mae adalah yang paling penting. Tapi jangan pikir aku bener - bener melupakan benda itu. Justru setelah itu aku semakin semangat memikirkan sesuatu hal yang bisa aku lakukan biar aku bisa mendapatkan Benda itu. Usaha Apa? Dunno..i'm still dizzy :(

Related Post

0 komentar:

 
Copyright © Giyuni

For "Report" Error to:vip.yuni

Just To Share,Please Give Feedback to:Contact