
Dulu aku sering bermain keluar kosan di jam-jam saat orang terlelap tidur.aku bermain di jam jam seperti itu bukan untuk bekerja komersil seperti kebanyakan anak ABG di jaman itu. Aku sering menyelinap keluar kosan untuk bertemu c ulat bulu.ya..aku menyebut nya ulat bulu karena dia beralis tebal hitam dan berbentuk lancip keatas.
Ulat bulu gak pernah berani datang kekosan ku untuk berkunjung atau sekedar untuk bertamu.ibu kosan yang sekaligus guru kimia ku itu tidak suka melihat c ulat bulu datang dan bertemu dengan ku.mungkin karena amanah dari mamah yang berpesan untuk tidak memperbolehkan aku untuk berpacaran. Oleh sebab itu aku lebih suka bertemu c ulat bulu di malam hari dari pada di siang hari.
Di café itu aku sering menemui nya, café yang buka 24 jam dan jam 3 pagi aku kesitu hanya untuk sekedar nyetor muka saja ke ulat bulu. Setiap aku melihat dia di jam 3 malam aku slalu melihat raut muka yang sangat ingin di kasihani dan memelas.tapi aku gak pernah tau apa sebab na dan setap aku menanyakan na, dia selalu mengelak dan pura-pua tak mengerti bahkan pembicaraan pun sering dia alihkan ke makanan.
Aku mengerti keadaan na, dia pria lemah secara bathin tapi bagiku ku, aku dapat memahami na saja aku sudah cukup bisa memberikan sedikit kasih sayang untuk na. Mungkin sedikit mendramatisir namun hal ini yang terjadi padaku 4,5 tahun yang lalu saat aku masih menginjak masa remaja dan masih duduk di bangku SMA.
Saat itu yang aku rasakan adalah perhatian yang lebih untuk ku dari seorang lelaki dengan keadaan na yang tidak karuan. Hobby na yang membuat orang tua na tidak suka terhadap na. Motor balap yang di beli na dengan hasil keringat na sendiri pun di bakar oleh ayah na bagai mana tidak c ulat bulu membeli na dengan hasil menjebol ATM, tragis memang tapi itulah dia. Cowok dengan umur 3 tahun lebih tua dari ku itu kuliah di jurusan finance tapi dia lebih suka belajar pemrograman jadi tidak heran jika dia mampu jebol ATM hanya melalui jaringan internet saja tanpa turun ke lapangan.
Ulat bulu sering menjemput ku saat jam pelajaran usai, namun dengan gaya na sendiri yaitu mengintai dari balik jendela kantin yang ada tepat berada d belakang kelas ku. Tak ada komunikasi jarak jauh saat itu yang bisa di pakai, jangan kan internet, handphone pun aku tidak punya. Semua demi agar aku tidak main - main dengan sekolah ku maka na orang tua ku tidak memberikan fasilitas itu. Terkadang c ulat bulu tertangkap basah oleh ibu kosan ku itu, namun dengan sigap na pasti dia beralasan untuk mejemput adik na yang masih kelas 1 saat itu.heheh..lucu jg klo mengingat na.
Kapan terakhir aku melihat c ulat bulu?? 2 tahun terakhir ini jawaban na..
Tragis memang..aku berhubungan dengan c ulat bulu tanpa ada kata jadian namun akami saling sayang, setidak na itu yang aku tau tentang hubungan kami. Dia putus dengan kak adek juga karena hanya untuk bisa bersamaku dan aku menghargai itu. Namun gara - gara kejadian yang menyakitkan untuk seorang cewek seperti kak adek itu aku terkena batu na. Kak adek membenci ku setengah mati dan slalu saja membuat hidup ku tidak tenang tapi aku melalui na dengan tenang karena aku tau ulat pasti membelaku..
0 komentar:
Post a Comment