Terperangkap dalam jaring-jaring rasa
Terikat dalam satuan manusia
Keadaan lebih rumit saat risau
Dan memburuk ketika engkau pergi
Kau menyunggingkan senyum tipis
Terlihat luka saat itu
Tapi, itu pertanda kau setuju
Benakku berharap, kau akan kembali kelak
Walau, bumi hampir sudah tenggelam
Namun tetap kun nanti kau, untuk merapatkan bibir mu didepan ku
Dan diam, pertanda kau menyesal
Arteri ku pun terhenti, saat kau melakukan nya
Tapi apa setega itu takdir menyapa ku?
Benar-benar nya sungguh
Dan aku takut melihatmu lagi
Aku takut kau benar-benar melakukan nya
Saat senyum mu masih menyiratkan makna
Aku yakin kau takkan berdusta untuk senyuman yang terakhir ini
Tapi aku takut kau tak mampu lagi jujur
Bahkan untuk dirimu sendiri saja
Biarkan saja aku terpendam bersama Lumpur becek ini
Biarkan saja aku terbang bersama debu siang
Biarkan saja aku hilang bersama malam
Biarkan saja aku amnesia dan melupakan kehidupan
Biarkan saja aku tetap bisu
Bila kau tetap saja begitu
Mungkin aku tak lagi berbadan
Atau jiwa ku lemah?
Bukan aku tapi karena kebodohan mu saja
Biarkan aku berlalu
Pergi, hilang, dan mungkin takkan lagi mengingat mu
Aku amnesia…
Bukan untuk ku, tapi kamu…!!!
Saat arteriku pun terhenti
Mungkin benar-benar kau melakukannya
Created by:
A’yuni(22:32)13 Agus 2007
0 komentar:
Post a Comment